19 April 2026 – Pergerakan harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan Jumat (17/4) sempat mencatatkan level tertinggi harian di angka 4885 dollar AS per ons troi. Namun, menjelang penutupan pekan, logam mulia ini mengalami tekanan jual dan turun dari level tersebut.
Lonjakan ke 4885
Pada sesi Eropa hingga awal sesi New York, emas berhasil melambung ke level psikologis 4885. Sentimen utama pendorong kenaikan adalah pelemahan indeks dollar AS (DXY) dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang masih terjaga. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga turut menjadi katalis aliran dana aman (safe haven) ke emas.
Tekanan Jual Menjelang Penutupan
Namun, euforia kenaikan meredup saat harga mendekati level resisten kuat 4900. Aksi ambil untung (profit taking) oleh investor besar muncul, terutama setelah rilis data ekonomi AS yang sedikit lebih baik dari perkiraan. Akibatnya, emas tergelincir dan ditutup di area yang lebih rendah dari level tertinggi harian, meskipun masih berada di zona hijau secara harian.
Analisis Teknis
Secara teknikal, sentuhan level 4885 menunjukkan upaya bullish, tetapi kegagalan bertahan di atas 4880 memberi sinyal potensi koreksi jangka pendek. Support terdekat saat ini berada di area 4830-4800
, sementara resisten utama tetap di 4900. Trader akan mencermati pergerakan pekan depan untuk menentukan arah selanjutnya.
Kesimpulan
Pergerakan emas Jumat lalu memberikan pelajaran bahwa level psikologis 4885 masih menjadi tantangan bagi bulls. Dengan adanya aksi jual menjelang akhir pekan, kemungkinan konsolidasi akan terjadi sebelum emas mampu menembus level tertinggi baru. Investor disarankan memantau rilis data inflasi dan pernyataan pejabat The Fed pekan depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar